Minggu, 29 November 2020

Jaringan Komputer

Konfigurasi DHCP Server Dan DHCP Client 

Konfigurasi DHCP Server dan DHCP Client

Konfigurasi DHCP Server






Konfigurasi DHCP Client






















FUNGSI DARI JENIS PROTOKOL

    Kali ini banyak sekali jenis protokol yang sering ditemukan di berbagai device untuk menghubungkan ke internet berikut  jenis protokol dn fungsinya:

a. ICMP



   Dalam Model OSI 7 Layer, terdapat salah satu layer yang bertugas mendefinisikan Internet Protocol (IP) yakni network layer. Saat proses transmisi data tidak menghadapi gangguan, maka protokol IP tersebut akan bekerja normal. Namun saat terdeteksi adanya gangguan, maka langsung ditangani oleh Internet Control Message Protocol (ICMP).

 

   ICMP adalah protokol dalam jaringan komputer yang ditugasi untuk mengirim pesan error atau kondisi urgent lain yang membutuhkan penanganan segera. Pesan akan dikirim apabila error terjadi pada lapisan network atau lapisan atasnya seperti trasnport layer (TCP). Umumnya, faktor penyebab terjadinya error adalah kabel terputus, router terganggu, atau host client tidak dapat dihubungi.

 

    Fungsi ICMP

  1. Mengirim pesan dan mengatasi error pada jaringan komputer

         Sebagai protokol jaringan, fungsi utama ICMP adalah memenuhi kebutuhan komunikasi antar perangkat dalam satu jaringan komputer. Lebih spesifiknya untuk melaporkan adanya kesalahan jaringan.

      2. Mengendalikan pengaturan jaringan komputer

        Dalam jaringan komputer, fungsi kontrol merupakan tanggungjawab protokol ICMP. Tujuannya adalah agar proses yang terjadi dalam jaringan komputer sudah sesuai dengan prosedur dan melalui jalur yang semestinya. Dengan begitu, kesalahan dapat dihindari. 

      3. Mengendalikan arus yang melewati layer

      Protokol ICMP berada pada layer network yang merupakan bagian dari 7 layer OSI. Paket data yang ditransmisikan harus secara bergantian melalui tiap layer sehingga harus ada yang mengendalikan arus. Itulah tugas yang juga diembankan paa ICMP.

        Secara umum, tugas utama ICMP adalah mengeluarkan pesan untuk menerjemahkan kesalahan yang terjadi pada IP. Protokol ini tidak digunakan oleh aplikasi jaringan secara langsung kecuali aplikasi ping. Guna mengirim echo request dan menerima pesan echo reply. 

 b. POP3


     POP3 adalah salah satu hal yang paling sering anda gunakan sehari – hari tanpa anda sadari. Ya, POP3 adalah sebuah protocol internet atau jaringan yang digunakan untuk mengambil surat elektronik atau email dari server email ke dalam device atau client email yang anda miliki.

    POP3 adalah kependekan dari Post Office Protocol versi 3. Sesuai dengan namanya, POP3 adalah sebuah protocol di dalam jaringan internet yang memiliki fungsi seperti bis surat, dan digunakan di dalam email client yang kita miliki untuk mengambil dan membaca email atau surat elektronik yang masuk.

   Fungsi POP3

    POP3 adalah sebuah protocol internet yang digunakan untuk mengakses email atau surat elektronik yang masuk ke dalam email client. Fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya ke dalam email client, dimana baru akan terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (dalam hal ni adalah mereka yang memegang username dan juga password dari alamat email).

   POP3 adalah protocol email yang digunakan pada berbagai macam email client, mulai dari aplikasi email pada desktop, seperti Microsoft outlook, hingga aplikasi email pada smartphone, misalnya Gmail, Ymail, dan sebagainya.

   Dengan adanya protocol POP3 pada email client ini, maka setiap surat atau email yang sudah terttampung ke dalam email server akan dimunculkan di dalam email client dan akan dibuka ketika user memiliki hak akses atas surat atau email tersebut. 

c. SMTP



    Pada dasarnya email sangat dibutuhkan karena dinilai lebih mudah dan praktis. Simplenya, Mail Transfer Protocol atau disingkat SMTP merupakan media untuk mengirim dan menerima email dengan lebih mudah dan cepat. Aplikasi ini digunakan oleh user untuk mengirim email dengan memanfaatkan jaringan internet ke penerima.

  Fungsi SMTP 

Fungsi dari aplikasi yang satu ini sudah kami singgung di atas. Bahwa SMTP sangat berperan penting untuk mengirim pesan yang berbasis elektronik atau sering disebut dengan istilah email.

Pengguna yang bisa mengirim pesan, tentunya yang sudah menggunakan alamat IP pada TCP melalui port 25. Didalamnya terdapat mesin antar host, sedangkan host  yang sering digunakan yaitu User Agent, MUA atau Mail Transfer Agent (MTA). Kemudian email tersebut akan diterima oleh IMAP maupun POP3.

Adapun fungsi dari SMTP lainnya yaitu sebagai berikut:

    • Membantu proses pengiriman surat elektronik menjadi lebih mudah dan cepat.
    • Kerahasiaan pribadi lebih terjaga.
    • Terdapat banyak vendor yang sudah menyediakan layanan email bagi para user.
    • Mempermudah Anda dalam sistem komunikasi, terutama bagi Anda yang berada di lokasi jauh seperti di luar pulau atau luar negeri.
    • Bisa dilakukan kapan dan dimana saja.
    • Tidak membutuhkan biaya yang mahal karena tidak membutuhkan perangko.
    • Hemat tenaga bagi penggunanya.

d. FTP



  File Transfer Protocol atau biasa dikenal dengan singkatannya yaitu FTP merupakan salah satu protokol yang tersedia di dalam internet dan umumnya digunakan untuk fungsi transfer data, informasi, maupun data yang ada di dalam sebuah jaringan komputer. Misalnya, saat Anda mengunggah dan mengunduh file. Aktivitas ini didukung oleh bantuan File Transfer Protocol.

   Fungsi FTP 

Salah satu fungsinya yang paling utama adalah untuk melakukan pertukaran file maupun informasi antar komputer. Menariknya, fungsi ini tanpa langkah-langkah yang sulit dan sebesar apapun file yang akan dikirimkan akan tetap bisa dilakukan.

    • Pertukaran file yang aman FTP juga bermanfaat untuk pengguna website. Dengan adanya layanan FTP ini, pengguna website bisa melakukan pencadangan data web mereka dengan cara yang mudah. Kemudian, jika terjadi koneksi putus di tengah jalan saat upaya pengiriman data dan informasi melalui FTP, Anda juga tidak perlu khawatir apabila data atau informasi tersebut hilang.
    • Fasilitas pengiriman data dua arah Jika Anda sudah memahami pengertian FTP yang dibahas sebelumnya, mungkin Anda sudah menyadari jika layanan FTP ini memungkinkan pengiriman data serta informasi secara dua arah. Misalnya apabila FTP dipakai dalam sebuah kampus, maka seorang dosen bisa mendirim file ke asisten dosen maupun mahasiswa dengan mudah. Sebaliknya, asisten dosen atau mahasiswa tersebut juga bisa mengirim file pada dosen tersebut.
    • Transfer data yang lebih efisien Salah satu hal yang membuat FTP ini sangat populer adalah karena ia bisa membuat transfer data dan file menjadi lebih efisien. Sebab jika ingin mengirim file atau data, pengguna komputer tidak perlu melewati berbagai langkah yang rumit. Menariknya lagi, pengguna juga bisa memanfaatkan layanan FTP ini baik secara indirect ataupun implicit remote computer. Dan file yang dikirim pun lebih teratur.

e. ARP


   ARP adalah protocol yang berfungsi memetakan IP address menjadi MAC (Media Access Control)address. Dia adalah penghubung antara datalink layer dan IP layer pada TCP/IP. Semua komunikasi yangberbasis ethernet menggunakan protocol ARP ini. Intinya setiap komputer atau device yang akanberkomunikasi pasti akan melakukan transaksi atau tukar menukar informasi terkait antara IP dan MACaddress. Setiap transaksi akan disimpan di dalam cache OS Anda.Namun protocol ini punya kelemahan serius, karena setiap komputer bisa saja memberikan paket transaksi ARP yang dimanipulasi. Dengan merubah MAC address yang sesungguhnya. Kelemahan inidimanfaatkan untuk jenis serangan ARP Poisoning atau ARP Spoofing atau Man In The Middle Attack.

  Fungsi ARP

   Fungsinya ARP adalah untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dynamic. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP static secara manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP static pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP address atau mac address dengan kombinasi. 

2. Kelebihan dan Kekurangan Ipv4 dan Ipv6

 




a. Internet Protokol versi 4

   

Kelebihan :

-    Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.

-    Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.

 

Kekurangan :

-    Panjang alamat 32 bit (4bytes).

-    Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.

-    Dukungan terhadap IPSec opsional.

-    Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.

-    IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.

   

b. Internet Protokol versi 6

 

Kelebihan :

-    Format header baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.

-    Jumlah alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.

-    Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.

-    Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration. Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.

-    Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.

-    Dukungan  yang lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.

-    Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.

Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.

-    Ekstensibilitas.

Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.

 

 Kekurangan :

-    Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.

-   Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak  layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4. 

 Referensi:

https://www.electronicsolution.co.id/2020/07/apa-itu-icmp.html

https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/pengertian-pop3

https://qwords.com/blog/smtp-gmail/

https://bootup.ai/blog/ini-dia-pengertian-ftp-fungsi-dan-bagaimana-cara-kerjanya/

http://blogkeren14.blogspot.com/2016/10/arp.html

http://coretananakteknikinformatika.blogspot.com/2018/04/kelebihan-dan-kekurangan-ipv4-ipv6.html

 


Rabu, 21 Oktober 2020

JARINGAN KOMPUTER

Topologi Jaringan

     Secara sederhana, pengertian topologi jaringan komputer adalah metode atau cara yang digunakan agar dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Struktur atau jaringan yang digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya bisa dengan menggunakan kabel ataupun tanpa kabel (nirkabel).

Jenis - Jenis Topologi Jaringan
    
    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada beberapa macam topologi jaringan komputer yang sering digunakan. Berikut ini adalah penjelasan macam-macam topologi jaringan komputer beserta gambarnya, serta penjelasan kelebihan dan kekurangannya:

 a. Topologi Ring



      Topologi Ring atau topologi cincin adalah suatu aturan, skema, konsep ataupun cara yang digunakan dalam menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dimana rangkaiannya membentuk titik-titik yang masing-masing titik terhubung dengan dua titik lainnya dalam satu jaringan.

    Masing-masing titik tersebut berfungsi sebagai repeater yang dapat memperkuat sinyal disepanjang sirkulasi. Hal tersebut berarti masing-masing perangkat bekerjasama untuk mendapatkan sinyal dari perangkat yang sebelumnya, dan kemudian meneruskan sinyal tersebut ke perangkat setelahnya.

Kelebihan Topologi Ring:

  • Mudah dalam hal perancangan dan pengimplementasiannya
  • Biaya installasi topologi ring cenderung lebih murah
  • Dibandingkan topologi lainnya misalnya topologi bus, topologi ring memiliki   peforma koneksi yang lebih baik meskipun dengan aliran data yang berat sekalipun.
  • Topologi ring juga dinilai lebih hemat kabel.
  • Mudah jika ingin dilakukan instalasi ulang atau konfigurasi ulang dalam perangkat.
  • Memudahkan saat ingin melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan pada jaringan dengan adanya konfigurasi point to point.
  • Menghindari tabrakan data pada saat proses pengiriman (collision) karena hanya satu node yang dapat dikirimkan dalam satu waktu

Kekurangan Topologi Ring:

  • Jika terjadi kesalahan dalam satu node atau titik bisa mengakibatkan kesalahan dalam seluruh jaringan. Biasanya perusahaan yang menerapkan topologi ini menggunakan cincin ganda atau double ring untuk mengantisipasi permasalahan tersebut.
  • Jika ingin mengembangkan jaringan, maka proses terkesan kaku. Ini karena pemindahan, penambahan dan pengubahan perangkat akan mempengaruhi semua jaringan.
  • Kinerja komunikasi dalam jaringan topologi ring sangat bergantung dengan jumlah titik atau node yang terdapat dalam jaringan. Semakin banyak titik tentu akan semakin lama proses pengiriman datanya.
  • Memiliki konfigurasi yang lebih sulit dibandingkan topologi star serta memerlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles.

b. Topologi Bus



 

   Topologi bus adalah topologi jaringan komputer yang menggunakan kabel tunggal untuk media transfer. Jadi, dalam praktiknya jenis topologi ini memanfaatkan kabel pusat untuk tempat terhubungnya semua client dan server. Selain itu, topologi bus juga berarti jenis topologi yang menggunakan kabel tunggal untuk media transfer.

   Dimana setiap client yang menggunakan topologi ini pasti akan saling tersambung dengan server yang ada. Bisa jadi, topologi bus ini adalah metode untuk menghubungkan 2 komputer atau lebih secara serial, dengan menggunakan kabel utama untuk pusat lalu lintas data. Topologi ini biasanya dimanfaatkan untuk jaringan yang skalanya kecil.

Kelebihan Topologi Bus:

  • Seperti yang diketahui, bahwa desain jaringan topologi ini seperti interior bus, sehingga layoutnya lebih sederhana. Tidak dibutuhkan banyak komponen dan kabel dalam pembuatannya, supaya dalam praktiknya jenis topologi ini lebih mudah dan murah. Anda bisa lebih menghemat biaya bila menggunakan topologi ini daripada topologi yang lainnya.
  • Jenis topologi bus ini juga mudah dikembangkan. Bahkan, tidak akan mengganggu perangkat jaringan yang lain saat mengembangkan topologi ini. Kalaupun ada kerusakan di salah satu perangkat PC client, maka topologi ini tidak akan mempengaruhi perangkat client yang lainnya. Bahkan, ternyata dalam pembuatannya juga tidak butuh hardware, seperti hub atau switch.
  • Dalam pemakaiannya topologi bus ini hemat kabel, karena media transmisinya hanya menggunakan kabel tunggal saja yang terpusat. Sehingga, tidak butuh banyak kabel dan lebih sederhana pemasangannya. Biaya yang murah dan lebih ringan daripada susunan topologi jaringan yang lainnya yang membuatnya populer di antara beberapa jaringan.

Kekurangan Topologi Bus:

  • Saat ada gangguan di salah satu perangkat komputer. Ketika itu terjadi, biasanya bila menggunakan topologi ini membuat user kesulitan untuk mendeteksi letak kesalahannya.
  • Disamping itu, jaringan topologi ini juga dianggap lebih sulit, sehingga membutuhkan penanganan khusus dari ahlinya. Semakin banyak komputer yang saling terhubung, hal ini bisa membuat jalur lalu lintas untuk proses transfer data semakin padat. Dengan begitu, kinerja topologi bus ini menjadi memburuk, karena laju transfer datanya dianggap terlalu tinggi.
  • Selain itu, ketika pada jalur utamanya sedang bermasalah atau error, ini akan membuat semua perangkat lainnya bisa lumpuh dan rusak seketika. Tak hanya itu saja, bila Anda ingin membuat sinyalnya semakin kuat, maka dibutuhkan bantuan repeater. Kalaupun ada salah satu client yang membutuhkan akses data yang cepat, itu bisa membuat kecepatan perangkat lainnya terpengaruh.

c. Topologi Star

 



 

      Topologi Star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Masing- masing workstation di hubungkan secara langsung ke Server atau Hub/Swich. Intinya topologi ini mengunakan Hub/Switch untuk menghubungkan dari komputer satu ke komputer yang lain. Hub/ Switch berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dari kopmputer dan meneruskan ke semua komputer yang terhubung dengan Hub/Swich tersebut. Topologi jaringan Star termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

 

Kelebihan Topologi Star:

  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  • Akses Kontrol terpusat.
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
  • Paling fleksibel.

Kelemahan Topologi Star:

  • Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
  • Boros dalam pemakaian kabel.
  • HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
  • Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
  • Jaringan tergantung pada terminal pusat.
  • Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
  • Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

d. Topologi Mesh

 



 

    Topologi mesh atau yang lebih dikenal dengan topologi jala dikarenakan bentuknya yang memang menyerupai jala. Topologi mesh merupakan bentuk hubungan yang ada antar perangkat dimana setiap perangkat yang ada akan saling terhubung langsung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam satu jaringan tersebut.



Kelebihan Topologi Mesh:



  • Topologi mesh mempunyai hubungan dedicated link yang mana dapat menjamin jika data akan langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lainnya. Sehingga data tersebut dapat mengalir lebih cepat sampai tujuan.
  • Jenis topologi mesh ini adalah robust, yaitu bila terjadi gangguan di dalam koneksi komputer A dan komputer B dikarenakan adanya kerusakan pada kabel koneksi yang ada pada antara komputer A dan komputer B maka gangguan tersebut tidak akan menganggu koneksi yang ada pada komputer A dengan lainnya.
  • Pada topologi mesh, security dan privacy dapat terjamin baik dikarenakan komunikasi yang terjalin di antara kedua komputer tidak bisa diakses dengan komputer lainnya.
  • Mudah dalam hal mengidentifikasikan masalah masalah kerusakan yang terjadi antar jaringan komputer.

Kelemahan Topologi Mesh:

  • Pada topologi mesh, membutuhkan kabel dan port I/O yang lebih banyak sehingga semakin banyak komputer yang ada di dalam jaringan topologi mesh maka tentu saja akan membutuhkan lebih banyak lagi kabel serta port I/O.
  • Sulit dalam melakukan installasi serta konfigurasi dikarenakan setiap komputer harus terkoneksi langsung.
  • Jaringan komputer yang menggunakan topologi mesh akan sangat banyak menggunakan kabel, sehingga tentu saja membutuhkan sebuah ruangan yang cukup besar ketika akan membangun jaringan komputer tersebut.
  • Biaya yang diperlukan untuk perawatan topologi jaringan ini lebih banyak dibandingkan jaringan lainnya.
  • Jaringannya yang tidak praktis.

e. Topologi Tree

 



 

 

     Topologi tree adalah penggabungan antara topologi star dan topologi bus yang menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam satu jaringan yang berpusat pada sebuah komputer pusat. Pada topologi tree, struktur jaringan menyerupai topologi star di mana setiap klien dikelompokkan dengan sebuah hub sebagai pusat komunikasi. 

 

Kelebihan Topologi Tree:

  • Pengelolaan datanya baik karena proses komunikasi terjadi secara bertahap dari satu hub ke hub lainnya.
  • Mudah untuk dilakukan pemeriksaan dan pengisolasian jaringan jika terjadi kerusakan.
  • Jika ingin menambah klien atau mengembangkan jaringan bisa dengan mudah dilakukan.
  • Sangat mungkin untuk diterapkan pada jaringan komputer berskala besar.
  • Kerusakan yang dialami oleh salah satu klien tidak akan mempengaruhi klien lainnya.

Kelemahan Topologi Tree:

  • Dikarenakan hub berperan sangat penting dalam jaringan, maka bila hub rusak seluruh jaringan pun ikut terganggu.
  • Bila komputer yang ada di tingkat atas rusak, komputer di bawahnya ikut terganggu.
  • Bila kabel utama (backbone) rusak, maka bisa berpengaruh pada seluruh jaringan.
  • Memerlukan banyak kabel dan hub, sehingga biaya pembuatan jaringannya lebih mahal.
  • Pemasangan dan konfigurasi kabel lebih rumit dibandingkan topologi lainnya.
  • Banyaknya perancangan pada node membuat perawatan stabilitas jaringan jadi cukup rumit.
  • Karena proses pengiriman data harus melalui kabel utama terlebih dulu, sehingga lalu lintas data menjadi sangat padat dan sangat mungkin terjadi tabrakan file data.

Referensi:

https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/komputer/topologi-jaringan.html

https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/komputer/pengertian-topologi-ring.html

https://bootup.ai/blog/pengertian-topologi-bus-cara-kerja-kelebihan-kekurangan/

https://vengenzblog.blogspot.com/2013/03/pengertian-karakteristik-kelebihan.html#:~:text=Topologi%20Star%20merupakan%20bentuk%20topologi,satu%20ke%20komputer%20yang%20lain.

https://learnnet69.wordpress.com/topologi-mesh/

https://www.baktikominfo.id/id/informasi/pengetahuan/mengenal_topologi_tree_yang_ada_dalam_jaringan_komputer-700

  

PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA

 KETENTUAN 1. Buatlah jaringan komputer sesuai dengan topologi yang telah disediakan 2. Pada jaringan tersebut tuangkan sistem keamanan mela...